Perangkat ajar Kurikulum Merdeka disusun berurutan dari Capaian Pembelajaran (CP). Dari CP, guru merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), mengurutkannya menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menetapkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), membagi waktunya ke Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes), lalu menulis Modul Ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk setiap bagian ATP. Setiap dokumen diturunkan dari dokumen sebelumnya, jadi urutannya penting.
Panduan ini menjelaskan isi setiap dokumen, hubungan di antara mereka, dan contoh KKTP yang bisa Anda sesuaikan.
Apa saja perangkat ajar Kurikulum Merdeka?
| Dokumen | Isi singkat | Diturunkan dari |
|---|---|---|
| CP (Capaian Pembelajaran) | Kompetensi yang harus dicapai murid di akhir satu fase | Ditetapkan pemerintah |
| TP (Tujuan Pembelajaran) | Rumusan kemampuan yang lebih kecil dan terukur | CP |
| ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) | Urutan TP sepanjang fase atau tahun | TP |
| KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) | Ukuran kapan sebuah TP dianggap tercapai | TP |
| Prota (Program Tahunan) | Pembagian ATP ke dalam satu tahun pelajaran | ATP dan kalender pendidikan |
| Promes (Program Semester) | Pembagian per pekan dalam satu semester | Prota |
| Modul Ajar | Rencana kegiatan untuk satu atau beberapa TP | ATP dan KKTP |
| LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) | Lembar tugas murid untuk kegiatan di Modul Ajar | Modul Ajar |
Apa itu CP dan bagaimana fase ditentukan?
CP adalah titik awal semua perangkat ajar. CP tidak ditulis guru, melainkan diambil dari dokumen resmi. Untuk sekolah umum, CP mengikuti dokumen Kemendikdasmen. Untuk madrasah, CP mengikuti keputusan Kemenag.
CP ditulis per fase, bukan per kelas. Pembagian fase yang umum dipakai:
- Fase A: kelas 1 dan 2
- Fase B: kelas 3 dan 4
- Fase C: kelas 5 dan 6
- Fase D: kelas 7 sampai 9
- Fase E: kelas 10
- Fase F: kelas 11 dan 12
Karena satu fase bisa mencakup dua atau tiga tahun, guru perlu membagi CP menjadi bagian yang lebih kecil. Di sinilah TP berperan.
Bagaimana merumuskan TP dari CP?
TP memecah CP menjadi kemampuan yang bisa diajarkan dan dinilai dalam beberapa pertemuan. Cara yang sering dipakai:
- Baca CP per elemen, lalu tandai kata kerja dan konten utamanya.
- Pecah setiap elemen menjadi beberapa kemampuan yang lebih sempit.
- Tulis setiap TP dengan kata kerja yang bisa diamati, misalnya "menjelaskan", "membandingkan", atau "menghitung", bukan "memahami".
- Pastikan setiap TP cukup kecil untuk diselesaikan dalam beberapa pertemuan.
Contoh dari CP Matematika fase D tentang bilangan: "Murid dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat, termasuk bilangan negatif, menggunakan garis bilangan."
Bagaimana menyusun ATP?
ATP adalah TP yang sudah diurutkan. Urutan bisa mengikuti tingkat kesulitan (dari konkret ke abstrak), prasyarat (materi A harus dikuasai sebelum B), atau kedekatan dengan kehidupan murid.
Tips menyusun ATP:
- Beri nomor setiap TP dan tulis perkiraan jumlah jam pelajarannya.
- Periksa apakah semua elemen CP sudah tercakup.
- Bila satu fase berlangsung beberapa tahun, tandai TP mana yang diajarkan di kelas mana.
Apa itu KKTP dan bagaimana contohnya?
KKTP menjawab pertanyaan: kapan seorang murid dianggap sudah mencapai TP? KKTP sebaiknya disusun bersama TP, sebelum mengajar, agar kegiatan dan asesmen di Modul Ajar mengarah ke kriteria yang sama.
Ada beberapa cara menulis KKTP yang lazim dipakai guru.
1. Deskripsi kriteria
Kriteria ditulis sebagai daftar. Murid dianggap tercapai bila memenuhi semuanya.
Contoh KKTP (TP: membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat):
- Murid menempatkan bilangan bulat positif dan negatif dengan benar di garis bilangan.
- Murid menentukan bilangan yang lebih besar dari dua bilangan bulat dan menjelaskan alasannya.
- Murid mengurutkan lima bilangan bulat dari terkecil ke terbesar.
2. Rubrik
Setiap kriteria diberi tingkatan, misalnya "perlu bimbingan", "cukup", "baik", dan "sangat baik", dengan deskripsi di setiap tingkat. Cara ini cocok untuk tugas terbuka seperti presentasi atau proyek.
| Kriteria | Perlu bimbingan | Cukup | Baik | Sangat baik |
|---|---|---|---|---|
| Menempatkan bilangan di garis bilangan | Banyak yang salah tempat | Benar untuk bilangan positif saja | Benar untuk positif dan negatif | Benar dan bisa menjelaskan jaraknya ke nol |
3. Interval nilai
Ketercapaian ditentukan dari rentang skor, misalnya 0–60 perlu remedial, 61–80 tercapai, dan 81–100 perlu pengayaan. Rentang ini ditetapkan sekolah, bukan angka baku dari pemerintah.
Bagaimana Prota dan Promes disusun?
Prota membagi ATP ke dalam satu tahun pelajaran, dengan memperhatikan kalender pendidikan sekolah: hari efektif, libur, dan pekan ujian. Promes merinci Prota per semester, biasanya per pekan.
Langkah praktis:
- Hitung pekan efektif per semester dari kalender pendidikan.
- Kurangi pekan untuk ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan kegiatan sekolah.
- Bagi jam pelajaran setiap TP ke pekan yang tersisa, mengikuti urutan ATP.
Apa isi Modul Ajar dan LKPD?
Modul Ajar adalah rencana kegiatan untuk satu atau beberapa TP. Isinya umumnya:
- Identitas: mapel, kelas, fase, alokasi waktu
- Tujuan pembelajaran dan indikatornya
- Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik
- Alur kegiatan: pembuka, inti, penutup
- Asesmen yang mengacu pada KKTP
- Refleksi guru dan murid
- Lampiran, termasuk LKPD
LKPD adalah lembar kerja yang dipakai murid selama kegiatan. LKPD yang baik punya petunjuk singkat, tugas bertahap, dan ruang jawab yang cukup.
Bila sekolah Anda memakai gaya Pembelajaran Mendalam (2025), istilah yang dipakai antara lain "murid" dan Dimensi Profil Lulusan. Ikuti arahan sekolah atau madrasah Anda tentang format yang berlaku.
Urutan menyusun perangkat ajar
Urutan yang aman, dari awal sampai akhir:
- Ambil CP sesuai fase dan mapel.
- Rumuskan TP dari setiap elemen CP.
- Urutkan TP menjadi ATP.
- Tetapkan KKTP untuk setiap TP.
- Bagi ATP ke Prota, lalu rinci ke Promes.
- Tulis Modul Ajar untuk setiap bagian ATP.
- Siapkan LKPD sebagai lampiran Modul Ajar.
Bila Modul Ajar ditulis lebih dulu tanpa ATP, kegiatan sering tidak sambung antara satu pertemuan dan pertemuan berikutnya, dan asesmennya sulit dicocokkan dengan TP.
Asesmen akhir juga mengikuti TP dan KKTP yang sama. Bila sekolah Anda menjalankan ujian berbasis komputer, lihat persiapan CBT ujian akhir semester.
Di mana posisi Skula?
Menyusun delapan dokumen untuk setiap mapel dan kelas memakan waktu. Perangkat ajar Skula menyusun drafnya dalam satu klik per mapel dan kelas. Untuk mapel yang sudah ada di pustaka Skula, paketnya langsung tersedia; mapel di luar pustaka disusun AI dan butuh waktu lebih lama.
Yang tersedia saat ini:
- Satu paket per mapel dan kelas: ATP, Daftar TP, KKTP, Prota, dan Promes, ditambah satu Modul Ajar dan satu LKPD untuk setiap baris ATP. CP dicetak sebagai bagian pembuka.
- CP dari pustaka. CP diambil dari pustaka yang disusun dari dokumen resmi: panduan mata pelajaran Kemendikdasmen untuk sekolah umum dan keputusan Kemenag untuk madrasah. Madrasah otomatis mendapat CP versi Kemenag. Fase ditentukan dari kelas. Bila CP sebuah mapel belum ada, misalnya mapel kejuruan SMK, guru cukup menempelkan CP dari dokumen sekolah.
- Gaya Pembelajaran Mendalam (2025), memakai istilah resminya seperti murid dan Dimensi Profil Lulusan.
- Halaman cetak untuk setiap dokumen, yang bisa disimpan sebagai PDF lewat dialog cetak browser.
Hasilnya draf, bukan dokumen jadi
Hasil AI berupa draf dan bisa keliru. Guru wajib memeriksa dan menyunting setiap bagian di editor sebelum dipakai. Di Skula, draf dicetak dengan tanda air DRAFT. Dokumen baru terbit setelah disetujui Wakasek Kurikulum, kepala sekolah, atau admin dari antrean tinjauan. Dokumen yang sudah terbit dikunci dan dicetak tanpa tanda air.
Cara ini menjaga peran guru sebagai penulis dan pimpinan sebagai penjamin mutu. AI hanya mengerjakan kerangka dan pengetikan ulang.
Paket
Perangkat pembelajaran satu klik termasuk dalam paket PUSAKA, bersama bantuan AI untuk menyusun soal di bank soal CBT. Pemakaian AI dalam batas wajar sesuai paket. Rincian ada di halaman Harga. Setiap sekolah baru bisa mencoba perangkat ajar satu klik selama uji coba gratis 14 hari.
Ringkasan
- Semua perangkat ajar diturunkan dari CP, yang diambil dari dokumen resmi sesuai fase.
- Urutannya: CP, TP, ATP, KKTP, Prota, Promes, Modul Ajar, lalu LKPD.
- TP memakai kata kerja yang bisa diamati; ATP mengurutkannya.
- KKTP disusun sebelum mengajar, dengan deskripsi kriteria, rubrik, atau interval nilai.
- Modul Ajar dan LKPD mengikuti ATP dan KKTP, bukan sebaliknya.
- Skula menyusun draf delapan dokumen dalam satu klik per mapel dan kelas; guru tetap memeriksa, dan pimpinan kurikulum menerbitkan.