Persiapan CBT untuk ujian akhir semester sebaiknya dimulai dua sampai tiga pekan sebelum hari pertama. Urutannya: bank soal selesai dan diperiksa, jadwal dengan sesi, ruang, dan token disusun, server dan jaringan diuji dengan banyak siswa sekaligus, perangkat disiapkan, lalu pengawas dan berita acara dipastikan. Sebagian besar masalah di hari ujian berasal dari langkah yang dilewati di tahap ini.
Checklist di bawah berlaku untuk ujian akhir semester maupun ujian tengah semester, dengan CBT apa pun yang dipakai sekolah Anda.
Masalah apa yang paling sering muncul saat ujian CBT?
Dari tulisan penyedia hosting, laporan pengguna aplikasi CBT sumber terbuka, berita, dan beberapa penelitian di sekolah, masalahnya berulang:
- Server berat saat semua siswa mulai bersamaan. Lonjakan login di menit pertama ditambah penyimpanan jawaban di setiap klik. Seorang pengguna aplikasi CBT sumber terbuka melaporkan bahwa aplikasinya "terasa berat saat siswa mengerjakan ujian bersamaan" (laporan di repositori proyeknya). Saran baku penyedia hosting adalah membagi siswa ke lebih banyak sesi (Biznet Gio).
- Pemasangan dan perawatan butuh orang teknis. XAMPP atau VPS, versi PHP yang tidak cocok, galat saat menyimpan atau mengunggah. Penelitian sekolah mencatat ketergantungan pada operator yang menguasai sistem CBT (JTIK Borneo).
- Input soal merusak sesuatu. Di forum dan panduan aplikasi CBT, keluhan yang sering muncul adalah galat saat menempel soal dari Word, gambar yang terlalu besar memperlambat ujian, huruf Arab dan rumus yang tidak tampil, serta unggah templat bergambar yang gagal (contoh laporan pengguna).
- Jadwal yang rapuh. Pada sebagian aplikasi, mengubah soal, ruang, atau sesi setelah jadwal dibuat membuat jadwal hilang dari layar siswa.
- Jaringan dan perangkat. Internet sekolah tidak stabil, komputer kurang atau lambat. Pada hari pertama TKA, misalnya, dilaporkan "jaringan internet agak lemot" dan teknisi memperbaiki kabel (new-indonesia.org).
- Kecurangan. Siswa keluar dari aplikasi atau membuka tab lain.
Checklist ini disusun untuk menutup keenam celah itu.
Checklist 1: Bank soal dan impor Word
- Kunci bank soal per mapel paling lambat H-7. Setelah itu, perubahan hanya untuk koreksi kunci jawaban.
- Gunakan templat impor resmi dari aplikasi Anda. Jangan menempel langsung dari dokumen Word yang formatnya campur aduk. Bila aplikasi menyediakan templat Word yang bisa diunduh, pakai itu.
- Periksa karakter khusus. Tanda petik di nama seperti Qur'an, baris kosong, huruf Arab, dan rumus matematika adalah sumber galat yang sering dilaporkan. Uji satu soal untuk setiap jenis karakter itu sebelum mengimpor seluruh bank soal.
- Kecilkan gambar. Kompres gambar soal sebelum diunggah. Gambar besar memperlambat pemuatan soal di perangkat siswa.
- Pratinjau sebagai siswa. Buka setiap bank soal dari akun siswa uji. Periksa nomor soal, opsi jawaban, gambar, dan jumlah soal per jenis.
- Periksa kunci jawaban dan bobot. Kesalahan kunci baru ketahuan setelah nilai keluar, ketika sudah terlambat.
Checklist 2: Jadwal, sesi, ruang, dan token
- Susun sesi dengan jam mulai dan selesai yang jelas, misalnya Sesi 1 pukul 07.30–09.00. Beri jeda di antara sesi untuk siswa berpindah dan perangkat dicek.
- Tempatkan siswa ke ruang per sesi, lalu cetak kartu ujian dengan nomor peserta, sesi, dan ruang.
- Selesaikan perubahan jadwal sebelum H-3. Setelah jadwal terbit, hindari mengubah bank soal, ruang, atau sesi. Bila terpaksa, uji ulang dari akun siswa.
- Atur token. Tentukan siapa yang membagikan token ke pengawas, dan kapan. Token yang tersebar di grup siswa sehari sebelumnya tidak ada gunanya.
- Atur acak soal dan acak opsi bila aplikasi mendukung.
- Tentukan aturan pelanggaran. Apa yang terjadi bila siswa keluar dari layar ujian: peringatan, dikumpulkan otomatis, atau dikeluarkan dari sesi. Umumkan aturannya ke siswa sebelum hari ujian.
Checklist 3: Beban server saat semua mulai bersamaan
Menit pertama adalah saat paling berat. Ratusan siswa masuk, memasukkan token, dan memuat soal hampir bersamaan.
- Lakukan uji coba dengan jumlah siswa sebenarnya, bukan lima akun operator. Simulasi satu sesi penuh, dengan semua siswa menekan Mulai di menit yang sama.
- Bila server sekolah sendiri, pantau prosesor dan memori selama simulasi. Bila server tersendat, bagi siswa ke lebih banyak sesi atau tambah kapasitas.
- Bila memakai hosting, tanyakan batas siswa serentak dalam paket Anda. Sebagian layanan menghitung harga per siswa serentak.
- Jangan menjadwalkan ujian lain atau pekerjaan berat di server pada jam yang sama, misalnya cadangan data otomatis.
Checklist 4: Jaringan putus
- Uji jaringan di setiap ruang, bukan hanya di ruang operator. Ruang di ujung gedung sering paling lemah sinyalnya.
- Siapkan jalur cadangan, misalnya modem atau titik akses seluler, bila jaringan utama mati.
- Pastikan Anda tahu perilaku aplikasi saat koneksi putus. Apakah jawaban tersimpan di perangkat lalu dikirim ulang? Apakah waktu ujian tetap berjalan adil? Uji dengan mematikan Wi-Fi satu perangkat di tengah simulasi.
- Tulis prosedur untuk pengawas: apa yang dilakukan bila satu siswa terputus, dan bila satu ruang terputus.
Checklist 5: Perangkat (laboratorium atau ponsel Android)
Laboratorium komputer
- Nyalakan semua komputer di H-1 dan buka halaman ujian dari setiap komputer.
- Bersihkan riwayat dan tab yang tersimpan di browser.
- Siapkan beberapa komputer cadangan per ruang.
Ponsel Android siswa
- Minta siswa memasang aplikasi ujian dan masuk sekali sebelum hari ujian. Jangan biarkan pemasangan terjadi di pagi hari ujian.
- Pastikan baterai penuh dan memori cukup.
- Uji mode terkunci: siswa tidak bisa berpindah aplikasi atau mengambil tangkapan layar.
- Siapkan jalan keluar untuk siswa tanpa ponsel Android, misalnya jadwal di laboratorium.
Checklist 6: Pengawas dan berita acara
- Bekali pengawas sebelum hari ujian: cara masuk ke dasbor pengawas, cara memberi izin masuk ulang, cara mengatur ulang ujian siswa, dan siapa yang dihubungi bila ada masalah teknis.
- Cetak daftar hadir dan berita acara per ruang dan sesi. Isi berita acara segera setelah sesi selesai: jumlah hadir, tidak hadir, dan kejadian penting.
- Catat setiap tindakan khusus, misalnya siswa yang diizinkan pindah perangkat atau diberi waktu tambahan.
- Siapkan jalur komunikasi antara pengawas, operator, dan Wakasek Kurikulum selama ujian berlangsung.
Checklist 7: Setelah ujian
- Selesaikan koreksi soal uraian.
- Periksa analisis butir soal untuk menemukan soal yang kuncinya salah atau terlalu membingungkan.
- Ekspor rekap nilai dan leger sebelum rapor. Bila madrasah Anda juga mengurus RDM di bulan yang sama, lihat panduan hosting RDM madrasah.
Di mana posisi Skula?
CBT Skula dibuat untuk sekolah yang tidak mau mengurus server. Servernya kami yang menjalankan, dan sekolah memakai CBT dari browser atau aplikasi Android. Alurnya mengikuti alur yang sudah dikenal operator: bank soal, jadwal, ruang dan sesi, token, pengawas, sampai berita acara.
Yang tersedia saat ini:
- Lima jenis soal: pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian, dan uraian. Empat jenis pertama dinilai otomatis; uraian dikoreksi guru.
- Impor dari Word dengan templat yang bisa diunduh, termasuk persamaan matematika. Guru juga bisa meminta bantuan AI untuk menyusun soal; hasilnya draf yang ditinjau guru dulu.
- Jawaban tahan koneksi putus. Setiap jawaban disimpan lebih dulu di perangkat siswa, lalu dikirim ke server. Bila koneksi putus, jawaban yang belum terkirim menunggu di antrean dan dikirim ulang begitu jaringan kembali. Waktu ujian dihitung di server, sehingga sisa waktu tetap adil.
- Diuji dengan beban nyata. Skula telah diuji dengan 1.500 siswa di satu sekolah, tiga jadwal ujian berjalan bersamaan, dan semua siswa menekan Mulai dalam satu menit, di server produksi.
- Basis data per sekolah. Setiap sekolah punya basis data sendiri, sehingga ujian di sekolah lain tidak memperlambat ujian Anda.
- Mode terkunci di Android. VPN memutus aplikasi lain dari jaringan, mode kiosk pada perangkat sekolah atau penyematan layar pada ponsel pribadi mencegah siswa berpindah aplikasi, dan layar dilindungi dari tangkapan layar. Tanpa Android, ujian berjalan dari browser komputer tanpa instalasi.
- Pengawas real-time. Dasbor pengawas diperbarui tiap beberapa detik. Pengawas bisa memberi izin, mengatur ulang, mengulang, atau memaksa selesai ujian satu siswa tanpa mengganggu siswa lain.
- Siap cetak: kartu ujian, daftar hadir, dan berita acara; setelah ujian ada rekap nilai, leger, transkrip, dan analisis butir soal yang bisa diekspor ke Excel.
Yang perlu dicatat
Skula bukan aplikasi ANBK resmi. ANBK tetap dijalankan dengan aplikasi dan jadwal dari Kemendikdasmen. Skula membantu latihan bergaya ANBK serta ujian sekolah seperti ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
Paket Rapor untuk madrasah menyertakan CBT untuk ujian jenis SIMULASI; seluruh jenis ujian ada di PUSAKA. Rincian paket ada di halaman Harga. Setiap sekolah baru bisa mencoba seluruh fitur CBT tanpa server gratis 14 hari, cukup untuk menjalankan satu simulasi sebelum ujian sebenarnya.
Ringkasan
- Mulai persiapan dua sampai tiga pekan sebelum ujian akhir semester.
- Kunci bank soal di H-7, pakai templat impor resmi, dan uji karakter khusus serta gambar.
- Selesaikan jadwal, sesi, ruang, dan token sebelum H-3; hindari perubahan setelah jadwal terbit.
- Uji beban dengan jumlah siswa sebenarnya yang menekan Mulai bersamaan.
- Uji perilaku aplikasi saat koneksi putus dan tulis prosedurnya untuk pengawas.
- Siapkan perangkat di H-1, bekali pengawas, dan isi berita acara setiap sesi.
- Skula menjalankan CBT tanpa server sekolah, dengan jawaban tahan koneksi putus.