Hosting RDM adalah tempat aplikasi Rapor Digital Madrasah dijalankan agar wali kelas dan operator bisa membukanya. Madrasah punya tiga pilihan: memasang RDM di server sendiri (komputer dengan XAMPP atau VPS), menyewa hosting, atau memakai RDM terkelola yang servernya diurus pihak lain. Pilihan terbaik bergantung pada siapa yang sanggup merawat server saat musim rapor.
Panduan ini menjelaskan apa itu RDM, apa yang tetap menjadi urusan madrasah, perbandingan ketiga cara, dan daftar periksa sebelum rapor dibagikan.
Apa itu RDM dan siapa yang wajib memakainya?
RDM (Rapor Digital Madrasah) adalah aplikasi rapor untuk madrasah yang dikembangkan Kementerian Agama. Menurut Surat Edaran Nomor B-558/Dt.I.I/PP.00/11/2025 tertanggal 11 November 2025, RDM berlaku nasional untuk RA, MI, MTs, dan MA mulai semester ganjil 2025/2026.
Artinya, rapor madrasah tidak lagi cukup disusun di templat Excel. Nilai diolah di RDM, lalu dikirim ke RDM Pusat, yaitu server pusat Kemenag tempat madrasah mendaftar dan mengirim nilai.
Bagi operator, ini menambah satu pekerjaan rutin: memastikan RDM bisa dibuka, cepat, dan terhubung ke RDM Pusat setiap kali wali kelas mengisi nilai.
Apa yang tetap menjadi urusan madrasah?
Apa pun cara hosting yang dipilih, beberapa hal tetap dikerjakan madrasah sendiri.
- Token aktivasi. Untuk mengaktifkan RDM, madrasah memerlukan token aktivasi dari Helpdesk Kemenag Kabupaten/Kota. Itu urusan madrasah dengan Kemenag, bukan dengan penyedia hosting.
- Pendaftaran lembaga ke RDM Pusat. Madrasah mendaftarkan diri memakai NSM dan token. Penyedia hosting tidak bisa dan tidak seharusnya melakukannya atas nama madrasah.
- Isi rapor. Data siswa, nilai, dan deskripsi capaian diisi oleh wali kelas dan guru mapel.
Jadi, hosting hanya menjawab satu pertanyaan: di mana RDM berjalan, dan siapa yang menjaganya tetap menyala.
Apa saja cara menjalankan RDM?
1. Server sendiri (XAMPP atau VPS)
Madrasah memasang RDM di komputer sekolah dengan paket server web lokal seperti XAMPP, atau di VPS yang disewa sendiri. Cara ini paling murah dari sisi biaya langsung, terutama bila komputer sudah ada.
Kelemahannya ada pada orang. Harus ada operator yang paham instalasi, versi PHP, basis data, dan cara memperbarui aplikasi. Bila server ada di komputer sekolah, RDM hanya bisa diakses dari jaringan sekolah kecuali operator mengatur akses dari luar. Bila operator itu pindah tugas, pengetahuannya ikut pergi.
2. Sewa hosting
Madrasah menyewa hosting atau layanan khusus RDM, lalu memasang atau meminta penyedia memasangkan RDM. RDM bisa dibuka dari mana saja lewat internet.
Biayanya berulang setiap tahun. Pembagian tugas juga perlu jelas: siapa yang memperbarui RDM ketika versi baru keluar, siapa yang membuat cadangan, dan siapa yang dihubungi bila RDM lambat saat semua wali kelas mengisi nilai di pekan yang sama. Pada banyak layanan, madrasah tetap menjadi administrator aplikasinya.
3. RDM terkelola
Penyedia menjalankan RDM untuk madrasah. Madrasah tidak menyewa server, tidak memasang aplikasi, dan tidak mengurus pembaruan. Operator cukup membuka alamat RDM madrasah dan bekerja seperti biasa.
Kelemahannya, madrasah bergantung pada penyedia. Karena itu, periksa beberapa hal sebelum memilih: apakah tampilannya sama dengan RDM rujukan, apakah madrasah tetap masuk dengan akun RDM-nya sendiri, dan bagaimana penyedia memberi kabar bila ada gangguan.
Bagaimana perbandingan ketiga cara itu?
| Aspek | Server sendiri (XAMPP/VPS) | Sewa hosting | RDM terkelola |
|---|---|---|---|
| Biaya | Rendah bila komputer sudah ada; VPS dibayar rutin; listrik dan perawatan ditanggung sendiri | Biaya sewa tahunan | Biaya langganan tahunan |
| Keahlian yang dibutuhkan | Tinggi: instalasi, PHP, basis data, jaringan | Sedang: pengaturan aplikasi dan akun hosting | Rendah: cukup memakai RDM |
| Siapa yang memperbarui RDM | Operator madrasah | Bergantung pada kesepakatan dengan penyedia | Penyedia |
| Akses dari luar sekolah | Perlu pengaturan tambahan bila di komputer sekolah | Bisa dari mana saja | Bisa dari mana saja |
| Risiko di musim rapor | Komputer mati, listrik padam, atau operator berhalangan; satu orang menjadi titik gagal | Lambat bila sumber daya hosting kecil; pembaruan bisa tertunda | Bergantung pada keandalan penyedia |
| Cocok untuk | Madrasah dengan operator yang menguasai server | Madrasah yang mau akses daring dan siap mengelola aplikasinya | Madrasah yang ingin operator fokus pada data, bukan server |
Tidak ada pilihan yang salah. Yang berbahaya adalah pilihan yang bergantung pada satu orang, lalu orang itu tidak ada ketika rapor harus dicetak.
Apa yang perlu diperiksa sebelum musim rapor?
Gunakan daftar ini dua sampai empat pekan sebelum pembagian rapor, apa pun cara hosting Anda.
Akses dan akun
- Token aktivasi sudah diterima dari Helpdesk Kemenag Kabupaten/Kota dan RDM sudah terdaftar di RDM Pusat.
- Semua wali kelas dan guru mapel bisa masuk dengan akunnya sendiri. Kata sandi yang lupa diatur ulang sekarang, bukan di hari terakhir.
- Alamat RDM bisa dibuka dari ponsel dan laptop guru, bukan hanya dari komputer operator.
Data
- Data siswa per rombel sudah sesuai dengan tahun pelajaran berjalan, termasuk siswa pindahan.
- Pembagian mengajar sudah benar, sehingga setiap guru melihat kelas dan mapel yang diampunya.
- Ada cadangan data terbaru, dan Anda tahu cara memulihkannya.
Kinerja dan pembaruan
- RDM sudah memakai versi terbaru yang berlaku.
- Uji coba pengisian nilai oleh beberapa guru sekaligus. Bila terasa berat, bicarakan dengan penyedia sekarang.
- Jadwalkan batas waktu pengisian nilai per mapel, agar tidak semua guru mengisi di malam yang sama.
Cetak dan kirim
- Kop dan identitas madrasah di rapor sudah benar.
- Uji cetak satu rapor contoh dan periksa tanda tangan, deskripsi capaian, dan leger.
- Kirim nilai ke RDM Pusat lebih awal dan pastikan statusnya berhasil.
Orang
- Tentukan siapa yang dihubungi bila RDM tidak bisa dibuka, dan simpan nomornya di grup guru.
- Bila hanya satu orang yang paham server, tuliskan langkah-langkah pentingnya sekarang.
Bila madrasah juga menjalankan ujian akhir semester berbasis komputer menjelang rapor, baca juga persiapan CBT ujian akhir semester. Kedua pekerjaan itu sering jatuh di bulan yang sama.
Di mana posisi Skula?
Skula adalah salah satu pilihan RDM terkelola. Skula menjalankan RDM untuk setiap madrasah di alamat khususnya sendiri di bawah skula.id, sehingga madrasah tidak perlu menyewa server, memasang aplikasi, atau mengurus pembaruan sendiri. Servernya kami yang menjalankan.
Yang dinyatakan Skula di halaman publiknya:
- Tampilan sama dengan RDM rujukan. Mesin RDM yang dijalankan Skula diuji agar menghasilkan tampilan yang sama persis dengan RDM rujukan. Wali kelas dan operator bekerja dengan menu yang sudah mereka kenal.
- Akun RDM madrasah sendiri. Madrasah masuk dengan akun RDM-nya sendiri, terpisah dari akun Skula, dan mendaftar ke RDM Pusat memakai NSM dan token, sama seperti saat memasang RDM sendiri.
- Status koneksi terlihat. Status koneksi ke RDM Pusat tampil di beranda Skula. Pengiriman nilai ke RDM Pusat dan sinkronisasi EMIS tetap berjalan dari dalam RDM, dibantu jalur proxy berlokasi di Indonesia yang dikelola Skula. Gangguan seperti pengiriman nilai yang gagal dikabarkan ke admin madrasah.
- Data bisa dipakai aplikasi lain. Admin bisa mengimpor guru, mapel, pembagian mengajar, kelas, dan siswa dari RDM ke Skula. Arahnya satu: dari RDM ke Skula. Nilai rapor tetap diisi di RDM, dan nilai ujian CBT di Skula tidak otomatis masuk ke RDM.
- Basis data terpisah. Setiap sekolah punya subdomain dan basis data sendiri; data tidak bercampur antar sekolah.
Yang perlu dicatat
- RDM di Skula hanya untuk madrasah: RA, MI, MTs, MA, dan MAK. Untuk RA, Skula menyediakan RDM saja.
- Skula tidak mengurus token atau pendaftaran lembaga ke RDM Pusat atas nama madrasah.
- Rapor format e-Rapor untuk sekolah umum (SD, SMP, SMA, SMK) belum tersedia di Skula saat ini.
- Untuk pertanyaan teknis lain, misalnya cara memindahkan data dari RDM yang sudah terpasang atau cara cadangan data dikelola, tim Skula akan menjelaskan.
Berapa biayanya?
RDM termasuk dalam Paket Rapor, yang khusus untuk madrasah, tanpa biaya RDM terpisah. Paket ini juga memuat e-Perpus, PPDB, website sekolah, ujian CBT jenis SIMULASI, dan absensi wajah untuk dua kelas. RDM juga tersedia di PUSAKA, paket seluruh aplikasi. Rincian kedua paket ada di halaman Harga.
Setiap sekolah baru bisa mencoba seluruh aplikasi PUSAKA gratis 14 hari, tanpa kartu kredit. Bila tidak dilanjutkan, akun menjadi hanya-baca selama 30 hari agar data bisa diamankan, lalu diarsipkan. Pendaftaran memakai NPSN, dan madrasah langsung diarahkan ke Paket Rapor.
Bila Anda ingin melihat cara kerjanya lebih rinci, buka halaman RDM madrasah online.
Ringkasan
- RDM wajib untuk RA, MI, MTs, dan MA mulai semester ganjil 2025/2026, menurut SE B-558/Dt.I.I/PP.00/11/2025.
- Token aktivasi dari Helpdesk Kemenag Kabupaten/Kota dan pendaftaran ke RDM Pusat adalah urusan madrasah.
- Ada tiga cara menjalankan RDM: server sendiri, sewa hosting, atau RDM terkelola. Bedanya ada pada biaya, keahlian, dan siapa yang memperbarui.
- Risiko terbesar di musim rapor adalah bergantung pada satu orang atau satu komputer.
- Periksa akses, data, kinerja, cetak, dan kontak darurat dua sampai empat pekan sebelum rapor.
- Skula adalah salah satu pilihan RDM terkelola, termasuk dalam Paket Rapor tanpa biaya RDM terpisah.