RDM madrasah online, tanpa urus hosting.

Kirim nilai ke RDM Pusat tanpa gagal karena hosting terblokir. RDM standar Kemenag di alamat madrasah sendiri, siap dipakai operator dan wali kelas begitu daftar dengan NPSN.

Rp 9.000/bulan per sekolah, berapa pun jumlah siswanya. Ditagih Rp 108.000 per tahun.

Coba gratis 14 hari

14 hari gratis, termasuk semua aplikasi Skula lainnya.

Tanya lewat WhatsApp
Perbandingan RDM di hosting website biasa dengan RDM di Skula
Hosting website biasaRDM di Skula
Kirim nilaiAlamat hosting bisa terblokir, kirim nilai gagalAnti blok/gagal ketika kirim nilai
PasangSewa hosting, unggah, lalu pasang RDM sendiriTidak perlu menginstall secara manual, tinggal daftar siap pakai
Backup/RestoreUnduh dan unggah ulang database sendiriBackup/Restore jauh lebih cepat dibandingkan dengan hosting website biasa
BantuanCari jawaban sendiri di forum atau grupDukungan bantuan penuh lewat WA jika terjadi kesalahan
MencobaBayar sewa hosting sebelum bisa mencobaTidak perlu bayar untuk mencoba: 14 hari gratis, sekaligus mencoba semua aplikasi Skula lainnya

Kata operator madrasah yang sudah memakai RDM di Skula

Daftar pakai NPSN, lima menit kemudian RDM madrasah kami sudah terdaftar ke RDM Pusat. Tidak sewa hosting, tidak pasang aplikasi sendiri. Kalau ada kendala, cukup chat WhatsApp dan langsung dibantu.

MTsS Jauharul Falah Operator madrasah · Muaro Jambi, Jambi Pelanggan Paket Rapor

Musim rapor biasanya bikin operator was-was soal hosting RDM. Sekarang RDM kami terhubung ke RDM Pusat dan tampilannya sama dengan yang biasa dipakai wali kelas, jadi tidak ada yang perlu belajar ulang. Guru juga menyusun perangkat ajar dengan sekali klik.

MTsN 2 Tanggamus Operator madrasah · Tanggamus, Lampung

Apa itu RDM di Skula?

RDM (Rapor Digital Madrasah) adalah aplikasi rapor standar Kemenag untuk RA, MI, MTs, MA, dan MAK, dan Skula menjalankannya untuk setiap madrasah di alamat khususnya sendiri di bawah skula.id, sehingga madrasah tidak perlu menyewa server, memasang aplikasi, atau mengurus pembaruan sendiri. Mesin RDM yang kami jalankan diuji agar menghasilkan tampilan yang sama persis dengan RDM rujukan, jadi wali kelas dan operator bekerja dengan menu yang sudah mereka kenal. Madrasah masuk dengan akun RDM-nya sendiri, terpisah dari akun Skula, dan mendaftarkan diri ke RDM Pusat memakai NSM dan token, sama seperti saat memasang RDM sendiri. Status koneksi ke RDM Pusat tampil di beranda Skula. Pengiriman nilai ke RDM Pusat dan sinkronisasi EMIS tetap berjalan dari dalam RDM, dibantu jalur proxy berlokasi di Indonesia yang kami kelola. Gangguan seperti pengiriman nilai yang gagal juga dikabarkan ke admin madrasah.

  • RDM standar Kemenag di alamat madrasah sendiri
  • Masuk dengan akun RDM, terhubung ke RDM Pusat
  • Impor guru, mapel, kelas, dan siswa ke Skula
  • e-Rapor untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, segera hadir

Bagaimana RDM terhubung dengan aplikasi Skula lainnya?

RDM terhubung dengan aplikasi Skula lainnya secara satu arah: data diimpor dari RDM ke Skula, tidak sebaliknya. Ketika madrasah mulai memakai aplikasi Skula, admin bisa mengimpor data guru, mata pelajaran, pembagian mengajar, kelas, dan siswa dari RDM dengan tombol Impor ulang dari RDM. Impor itu menyalin rombel tahun berjalan tanpa menghapus atau menimpa data yang sudah ada di Skula, sehingga aman dijalankan ulang ketika ada siswa baru. Tidak ada sinkronisasi latar belakang yang diam-diam mengubah data. Nilai ujian CBT di Skula tidak otomatis masuk ke RDM. Skula menyajikan hasil ujian sebagai Leger dan Transkrip, yang bisa diekspor ke Excel dan dicetak, sedangkan nilai rapor tetap diisi di RDM. Kenaikan kelas, mutasi, dan kelulusan dicatat di masing-masing aplikasi. Dengan cara ini, rapor resmi madrasah tetap mengikuti alur Kemenag, sementara ujian, absensi, PPDB, dan aplikasi lain di Skula memakai data induk yang sama.

Kapan e-Rapor untuk sekolah umum tersedia?

e-Rapor untuk SD, SMP, SMA, dan SMK di Skula segera hadir. Saat ini Skula belum menyediakan aplikasi rapor untuk sekolah umum, dan kami tidak mencantumkan tanggal yang belum bisa kami pastikan. Sampai saat itu, sekolah umum tetap mengisi rapor resmi seperti biasa, dan bisa memakai Skula untuk pekerjaan di sekitarnya. CBT menyediakan Leger dan Transkrip nilai ujian yang bisa diekspor ke Excel, sehingga rekap nilai ujian tidak perlu disalin dengan tangan dari kertas. Absensi wajah mencatat kehadiran per jam pelajaran, dan perangkat ajar menyiapkan ATP serta Modul Ajar untuk setiap mapel. Sekolah umum memulai dengan paket PUSAKA, karena Paket Rapor saat ini khusus untuk madrasah. Setiap sekolah baru tetap bisa mencoba seluruh aplikasi PUSAKA selama uji coba penuh 14 hari. Bila sekolah Anda menunggu e-Rapor yang segera hadir, sampaikan kebutuhan Anda lewat halaman Kontak.

Paket apa yang dibutuhkan madrasah?

Madrasah bisa memulai Skula dengan Paket Rapor, yang memang dibuat khusus untuk RA, MI, MTs, MA, dan MAK. Paket ini memuat RDM, ditambah e-Perpus, PPDB, situs resmi sekolah, ujian CBT jenis SIMULASI, dan absensi wajah untuk dua kelas. RDM juga tetap tersedia bagi madrasah yang memilih PUSAKA untuk membuka seluruh aplikasi. Saat mendaftar dengan NPSN, madrasah dikenali dari data sekolahnya dan langsung diarahkan ke Paket Rapor. Setiap sekolah baru lalu mencoba seluruh aplikasi PUSAKA selama 14 hari. Bila tidak dilanjutkan, tidak ada kewajiban bayar, karena akun dikunci hanya-baca selama 30 hari agar data bisa diamankan, lalu diarsipkan. Tagihan diterbitkan tahunan agar mudah dianggarkan di RAPBS dan dipertanggungjawabkan di SPJ. Untuk RA, Skula menyediakan RDM saja, tanpa aplikasi lain dan tanpa PUSAKA. Paket Rapor tidak tersedia untuk sekolah umum, yang memulai dengan paket PUSAKA. Rincian harga dan perbandingan isi kedua paket ada di halaman Harga.

Siap mencoba di sekolah Anda? Coba gratis 14 hari Lihat semua aplikasi